STRATEGI PENGEMBANGAN LPPM UHAMKA : SINERGI AMAL ILMIAH DALAM KONTEKS KEUMATAN & KEBANGSAAN YG BERKONTRIBUSI PADA PRANATA GLOBAL.

 

LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA  yang menjadi pusat pengelolaan serta pengembangan kegiatan Pemberdayaan & Pengabdian masyarakat, untuk mengejawantahkan amal sholeh guna melaksanakan dharma ke tiga dari tri darma perguruan tinggi.

Lebih dari itu Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat merupakan wujud dari akhlak segenap civitas akademika UHAMKA dalam mengembangkan Ilmu yang amaliah, dan dalam mewujudkan amal yang ilmiyah sehingga pada gilirannya menjadi bagian dari siklus pembelajaran guna pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus teknologi terapan/amal sholeh yang empiris.

LPPM-UHAMKA sebagai sebuah lembaga yang bernaung dalam  Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), juga merupakan salah satu sendi dalam catur darma PTM dan menjadi ujung tombak praktikalisasi teologi Al-Ma'un yang merupakan salah satu roh pergerakan Muhammadiyah, suatu landasan idiologis yang senantiasa mendorong tumbuhnya amal nyata/ karya cipta dalam memaknai ajaran agama.

Setrategi pengembangan LPPM UHAMKA tidak akan terlapas dari empat posisi setrategi LPPM UHAMKA, pertama LPPM UHAMKA sebagai  sebuah lembaga teknis dari sebuah perguruan tinggi yang sarat akan budaya ilmiah, LPPM UHAMKA sebagai lembaga teknis dari PTM yang merupakan amal usaha Muhammadiyah, LPPM UHAMKA sebagai lembaga pengabdian yang mempunyai tanggungjawab terhadap pemberdayaan nasib anak bangsa, bahkan LPPM UHAMKA yang juga merupakan bagian dari komunitas global harus memiliki kesadaran akan tantangan kemanusiaan secara universal.

Penguatan Amal Ilmiah
LPPM UHAMKA sebagai lembaga pengelola kegiatan pengabdian sebuah perguruan tinggi yang merupakan lembaga ilmiah, sangat dituntut untuk melandasi kegiatan pengabdiannya pada nilai nilai ilmiah. Kandungan ilmiah (ilmu pengetahuan) dalam substansi kegiatan pengabdian masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk memberikan value added (barokah), sehingga kegiatannya dapat memberi manfaat yang berlipat dan berkelanjutan sebagaimana tuntunan amal jariah dalam penekanan ilmu yang bermanfaat. Substansi keilmuan juga dapat menjadi bagian dari siklus refleksi pengembangan dan penyempurnaan dari ilmu pengetahuan itu sendiri, sehingga kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam konsep long life educations (belajar sepanjang hayat). Pada gilirannya muatan ilmiah dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi bagian untuk mendorong pencapaian knowledge based society.

Tradisi Ilmiah yang sarat akan nilai-nilai idealitas, integritas dan penuh keterbukaan juga dapat menjadi guidance dalam proses pengelolaan kegiatan pengabdian masyarakat. Baik dalam proses perencanaan, proses pelaksanaan, proses evaluasi maupun proses tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat itu sendiri. Penerapan tradisi ilmiah dalam  proses pengelolaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa menjadi jaminan dari mutu dan kualitas (quality assurance) dari kegiatan pengabdian yang dilakukan. Terlebih mengingat telah diterapkankan standar ISO 9001.2008 dalam pengelolaan pendidikan di UHAMKA maka sudah selayaknya proses pengeloaan LPPM UHAMKA juga perlu ditata dan dikelola dengan baik sesuai dengan tatanan dalam tradisi ilmiah yang sarat dengan idealitas.

Praktikalisasi Teologi Al Ma’un
LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengabdian di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), yang merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah. Muhammadiyah adalah ormas islam yang memiliki tradisi yang kuat dalam keberfihakan terhadap kaum muztadafin melalui amal nyata dalam konsep kesholehan sosial. Sehingga kegiatan LPPM UHAMKA harus diarahkan dalam proses pencerminan ahlak dari segenap civitas akademika UHAMKA. Proses ini perlu didorong untuk menjadi ijtihat sosial sehingga nilai-nilai kebajikan dalam institusi akademik dapat ditranformasikan dalam wujud nyata berupa pranata sosial yang kondusif (baldatun toyibatun wa robbun ghofur). Hal ini hanya bisa dilakukan apabila ada kesadaran bahwa setiap upaya pemberdayaan yang dilakukan melalui LPPM UHAMKA adalah bagian dari pengejawantahan dari ‘Tauhid Sosial’. Sebuah kesadaran akan keyakikan atas kemaha besaran, kemaha tunggalan, kemaha sumber rezekian Allah SWT., yang dapat melahirkan karya nyata dalam wujud amal sholeh sebagi wujud dari tanggung jawab sosial. Hal inilah yang semestinya menjadi roh pergerakan dan aktifitas LPPM UHAMKA, sebagi bagian dari ibadah, untuk mewujudkan nilai-nilai luhur ajaran agama dalam amal kebajikan (amal soleh) yang nyata.

Penguatan Nilai-Nilai Interprenuership

LPPM UHAMKA sebagai lembaga pengabdian masyarakat dituntut untuk memahami kondisi sosial kemasyarakatan di lingkungannya. Salah satu masalah mendasar yang hingga kini menjadi tantangan terbesar bagi bangsa Indonesia adalah masalah pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi semestinya dapat memberikan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Namun demikian problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kompleksnya masalah pembangunan ekonomi dengan implikasi munculnya kesenjangan ekonomi diberbagai bidang. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan pembangunan ekonomi dalam menyerap potensi ekonomi masyarakat. Termasuk angkatan kerja sebagai kontributor utama dalam percepatan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang tidak dibarengi dengan terbukanya kesempatan kerja secara merata tersebut, timbul karena jumlah penduduk produktif tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang usaha dan investasi di Indonesia. Ditambah banyak peluang dan kesempatan investasi tersebut tidak banyak didukung kemampuan sumberdaya manusia yang mumpuni. Akibatnya timbul kesenjangan antara kebutuhan lapangan pekerjaan dengan kesempatan kerja yang tersedia. Angka pengangguran sendiri menurut BPS (per Februari 2008) telah mencapai angka 9,43 juta orang lebih. Belum lagi diperkirakan jumlah angka pengangguran tersebut, meningkat 2 juta pertahun. Masalah pengangguran menjadi masalah yang mengemuka dan perlu dicarikan jalan penyelesaiannya. Salah satu solusinya adalah dengan dikembangkannya kegiatan pemberdayaan berwawasan interpreneurship. Suatu kemampuan berwirausaha dengan kata kunci kemampuan dan keberanian mengambil peluang usaha. Jelas dalam hal ini diperlukan keberanian dan kreatifitas  (creative new and different).  Mengingat pentingnya menanggulangi masalah pengangguran ini maka tidak berlebihan bahwa LPPM UHAMKA memberi penekanan khusus  pada pengembangan nilai-nilai interpreneurship. Terlebih bila dikaitkan dengan kata kunci kreatifitas dalam interpreneurship itu sendiri adalah   Knowledge based Economic, maka LPPM UHAMKA sebagai salah satu lembaga pada institusi pendidikan merasa terpanggil untuk turut mengembangkannya.

Berkontribusi pada Masyarakat Global
Krisis financial global yang terjadi telah memberikan pelajaran bahwa, di negri Amirika yang merupakan pusat peradaban modern, dimana kecangihan ilmu pengetahuan, teknologi dan pengembangan managemen telah mengalami puncak keemasannya, masih bisa terjadi skandal keuangan kelas kakap. Krisis keuangan global yang dipicu oleh skandal bisnis perusahaan raksasa Enron dan WorldComm membawa sang goliath keuangan Lehman Brothers ke jurang kehancuran. Banyak kalangan yang menafsirkan bahwa masih ada kelemahan terutama terkait dengan moral values  dalam tatakelola dunia modern. Bahkan banyak dikalangan pebisnis dunia mulai mencoba mencari nilai kepemimpinan alternative untuk melengkapi kekurangan moral values dalam tatakelola bisnis modern. Hal ini membuka kesadaran baru bahwa kearifan lokal (local wisdom) memiliki peluang untuk memberikan kontribusi dalam tataran masyarakat Global. Oleh karena itu LPPM UHAMKA berkomitmen untuk  melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis pada pengembangan kearifan lokal yang sarat dengan nilai kebajikan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai universal.

Ketua LPPM UHAMKA : H. Endy Sjaiful Alim, ST.,MT.